Kursus Macaroons di Yum Yum Macarons dengan Niken Menik Wulandari
Diary : 11 Februari 2012
Kursus yang paling saya tunggu
saya kebelet banget ikut kursus ini apalagi ini diadakan oleh pemilik Yum Yum Macarons
saya napsu bener sama kursus ini karena rasanya sudah hidup mati ngurusin macarons...
hasilnya selalu gagal melahirkan kaki
Beli buku sampai banyak buku
terbitan Indonesia sampai Internasional
dibela-belain nyari bukunya Hisako Ogita
searching dan browsing
dari baca resep, membandingkan resep,
sampai mata seperti mata garfield mantengin You Tube
bahkan sudah pernah kursus juga dengan pak Yongki.
gak bisa juga bikinnya...
bukan macarons kalau gak berkaki
Bertemu pertama kali dengan mbak Niken saya terpesona,
orangnya sangat bersahaja....
saat kursus menerangkannya dengan guyon, tidak serius,
tetapi sangat sangat sistematis
area kerjanya amat sangat rapi,
dia itu peserta MasterChef Indonesia tahun 2011 lho....
ini ruangan spesial untuk segala bahan macarons nya,
ada pengukur humiditasnya
ada air conditioningnya
di jaganya sungguh-sungguh kualitasnya...
saya langsung tahu kepribadian mbak Niken ini salah satunya pasti disiplin, dan detil,
dan orang yang persistence....
kalau niat banget gini... hasilnya juga bisa diandalkan kan
maka silakan atuh kalau mau pada pesen macarons ke mbak Niken... alamatnya jl Gandaria I/1
persis nempel dengan rumah sakit Muhammadiyah di Mayestik Jakarta Selatan
lihat kalau mbak Niken mengajar,
resep bisa di lihat di blognya mbak Niken,
klik di tulisan Yum Yum Macaron di atas
ini gaya French Macarons, tanpa mendidihkan sirup gula...
(saya juga ikut kursus macarons dengan gaya Italian, sama chef muda Odie Djamil gaya Italian itu yang pakai acara memanaskan air gula sampai suatu suhu tertentu, kalau kata chef Odie dengan air gula yang dipanaskan sebelum dimasukkan ke dala meringue/kocokan putih telu, adonan lebih meyakinkan...)
banyak tips dan trik yang diberikan mbak Niken,
intinya... sepanjang proses adalah kering, kering dan kering....
bubuk almond nya jangan lembab harus kering...
jadi dihangatkan di oven dulu lah biar gak lembab
pewarnanya sebaiknya bubuk, jangan cairan... kalau pasta masih bisa asal jangan yang cair/air...
ini step-step yang saya lakukan waktu kursus...
pokoknya semua mengerjakannya sepenuh hati jangan keburu-buru...
ini kue yang moody abiezz....
melawanorang hal yang moody adalah dengan tidak ngikut-ngikut moody
gitu teori psikologinya hehehehe....
kursus dengan mbak Niken... banyak sekali tips dan triknya,
cara mengajarnya juga sangat jelas, dengan contoh-contoh setiap stepnya,
kenapa bisa begitu??
ya karena memang sejarahnya.... mbak Niken ini juga dulunya sering banget gagal buat macarons... penasaran.... uuh penasaran yang membawa hikmah ya...
sekarang bisnisnya macarons laku banget....
karena mbak Niken itu bekerja,
cara menerangkannya saat jadi guru juga terbawa-bawa pendekatan di perusahaan,
presentasi... dengan power point yang menarik
kemewahan lain adalah goodiebags nya,
dapet segala alat yang diperlukan untuk membuat macarons
buku macarons itu enggak lho... enggak termasuk di dalam goodiebags
itu cuma penanda buat saya kalau ini terkait dengan macarons
goodiebags nya di dalam tas kertas coklat itu,
isinya satu plastik isinya satu resep macarons, kertas pola lingkaran2 macarons,
lembaran coklat anti lengket, plastik segitiga yang bisa dipakai berulang kali,
ada penjepit dan spuit
wuiiihhh lengkap ya...
jadi sekalian guru dia juga motivator ulung...
nah itu, segepokan bahan macaron 1 resep untuk apa kalau gak dicobain
jadi sepulang dari kursus....
kita para pesertanya termotivasi untuk membuat lagi.... praktek
sembari dipandu sama bu guru, karena saya nanya2 mulu gak pede
"Mbak maaf lupa.... abis diginiin diapain ya?" halah saya mah manja ya... hehehehe...
gak rugi deh kursus di sini,
gurunya ramah, teori tips dan triknya lengkap, sarana pendukungnya pun diberikan....
terima kasih ya mbak Niken....

Read More
Kursus yang paling saya tunggu
saya kebelet banget ikut kursus ini apalagi ini diadakan oleh pemilik Yum Yum Macarons
saya napsu bener sama kursus ini karena rasanya sudah hidup mati ngurusin macarons...
hasilnya selalu gagal melahirkan kaki
Beli buku sampai banyak buku
terbitan Indonesia sampai Internasional
dibela-belain nyari bukunya Hisako Ogita
searching dan browsing
dari baca resep, membandingkan resep,
sampai mata seperti mata garfield mantengin You Tube
bahkan sudah pernah kursus juga dengan pak Yongki.
gak bisa juga bikinnya...
bukan macarons kalau gak berkaki
Bertemu pertama kali dengan mbak Niken saya terpesona,
orangnya sangat bersahaja....
saat kursus menerangkannya dengan guyon, tidak serius,
tetapi sangat sangat sistematis
area kerjanya amat sangat rapi,
dia itu peserta MasterChef Indonesia tahun 2011 lho....
ini ruangan spesial untuk segala bahan macarons nya,
ada pengukur humiditasnya
ada air conditioningnya
di jaganya sungguh-sungguh kualitasnya...
saya langsung tahu kepribadian mbak Niken ini salah satunya pasti disiplin, dan detil,
dan orang yang persistence....
kalau niat banget gini... hasilnya juga bisa diandalkan kan
maka silakan atuh kalau mau pada pesen macarons ke mbak Niken... alamatnya jl Gandaria I/1
persis nempel dengan rumah sakit Muhammadiyah di Mayestik Jakarta Selatan
lihat kalau mbak Niken mengajar,
serius sekali ya kelihatan... hehehe hoax itu, enggak kok.. ini juga sembari bercanda, hehehe..
bagus gambar sangkarnya di dinding ya... *salah fokus*
resep bisa di lihat di blognya mbak Niken,
klik di tulisan Yum Yum Macaron di atas
ini gaya French Macarons, tanpa mendidihkan sirup gula...
(saya juga ikut kursus macarons dengan gaya Italian, sama chef muda Odie Djamil gaya Italian itu yang pakai acara memanaskan air gula sampai suatu suhu tertentu, kalau kata chef Odie dengan air gula yang dipanaskan sebelum dimasukkan ke dala meringue/kocokan putih telu, adonan lebih meyakinkan...)
banyak tips dan trik yang diberikan mbak Niken,
intinya... sepanjang proses adalah kering, kering dan kering....
bubuk almond nya jangan lembab harus kering...
jadi dihangatkan di oven dulu lah biar gak lembab
pewarnanya sebaiknya bubuk, jangan cairan... kalau pasta masih bisa asal jangan yang cair/air...
ini step-step yang saya lakukan waktu kursus...
pokoknya semua mengerjakannya sepenuh hati jangan keburu-buru...
ini kue yang moody abiezz....
melawan
gitu teori psikologinya hehehehe....
kursus dengan mbak Niken... banyak sekali tips dan triknya,
cara mengajarnya juga sangat jelas, dengan contoh-contoh setiap stepnya,
kenapa bisa begitu??
ya karena memang sejarahnya.... mbak Niken ini juga dulunya sering banget gagal buat macarons... penasaran.... uuh penasaran yang membawa hikmah ya...
sekarang bisnisnya macarons laku banget....
karena mbak Niken itu bekerja,
cara menerangkannya saat jadi guru juga terbawa-bawa pendekatan di perusahaan,
presentasi... dengan power point yang menarik
kemewahan lain adalah goodiebags nya,
dapet segala alat yang diperlukan untuk membuat macarons
buku macarons itu enggak lho... enggak termasuk di dalam goodiebags
itu cuma penanda buat saya kalau ini terkait dengan macarons
goodiebags nya di dalam tas kertas coklat itu,
isinya satu plastik isinya satu resep macarons, kertas pola lingkaran2 macarons,
lembaran coklat anti lengket, plastik segitiga yang bisa dipakai berulang kali,
ada penjepit dan spuit
wuiiihhh lengkap ya...
jadi sekalian guru dia juga motivator ulung...
nah itu, segepokan bahan macaron 1 resep untuk apa kalau gak dicobain
jadi sepulang dari kursus....
kita para pesertanya termotivasi untuk membuat lagi.... praktek
sembari dipandu sama bu guru, karena saya nanya2 mulu gak pede
"Mbak maaf lupa.... abis diginiin diapain ya?" halah saya mah manja ya... hehehehe...
gak rugi deh kursus di sini,
gurunya ramah, teori tips dan triknya lengkap, sarana pendukungnya pun diberikan....
terima kasih ya mbak Niken....
ki-ka : Shanty, Catherine, saya, mbak Niken
memeluk Ina, Nissa, Nella, Kiki, Citra





















































